Ranieri Prediksi Hasil Akhir Conte

Saturday, October 29th at 5:56 AM

LONDON – Filosofi sepak bola yang berbeda bisa jadi faktor yang agak menyulitkan Antonio Conte pada awal kedatangannya di Chelsea FC. Kekalahan dari Liverpool FC dan Arsenal FC di Liga Primer sempat membuat fan cemas. Tapi, menurut Claudio Ranieri, Conte butuh setidaknya satu musim untuk membawa The Blues ke jalur juara.

Tidak ada yang menampik sukses Leicester City musim lalu terbilang langka. Di luar dugaan, Ranieri mampu memastikan The Foxes memenangi Liga Primer hanya semusim sejak kedatangannya di King Power, 13 Juli 2015. Hingga saat ini pun belum ada yang bisa menyamai rekor 20 laga kandang tak terkalahkan mereka.

“Bayangkan proses pembuatan anggur! Sepak bola ibarat ladang buah anggur, dan si pelatih, peraciknya. Setiap musim menjaga anggur dan ada satu tahun yang menghasilkan anggur fantastik. Anggap saya menyimpan ‘botol anggur’ Leicester itu musim lalu. Tapi, Conte, 2016/17 ini mungkin bukan tahun anggurnya,” ujar Ranieri.

Conte menutup tiga laga awalnya di Liga Primer dengan kemenangan. Lalu, Eden Hazard dan kawan-kawan kalah dari Liverpool dan Arsenal. Ketika isu pemecatan atas si pelatih beredar, The Blues bangkit memenangi tiga laga terakhir, termasuk 4-0 atas Manchester United. Kendati demikian, Conte sesumbar bisa finis empat besar.

Ranieri percaya rekan senegaranya (Italia) itu bisa meraih target tersebut asalkan Roman Abramovich selaku pemilik Chelsea dan fan The Blues memberikan waktu lebih bagi Conte dalam mengadaptasi filosofinya di Liga Primer. Kalaupun ada yang masih jadi ganjalan bagi Conte, menurut Ranieri, itu adalah permainan tanpa bola Chelsea yang belum terbentuk.

“Filosofi Conte sangat berbeda jika di banding pendahulunya, Jose Mourinho dan Guus Hiddink,” kata Ranieri yang melatih Chelsea pada 2000-2004. “Ketika datang ke Chelsea, saya meneruskan filosofi Gianluca Vialli dan Ruud Gullit. Bagi filosofi orang Italia, banyak berlatih tanpa bola. Pemain Chelsea belum terbiasa melakukannya.”

Dari pemantauan Ranieri, selama ini skuat Chelsea hanya latihan sekali dalam sehari dan selalu dengan bola. Itu yang membuat beban kerja Conte di London Barat dua kali lipat lebih keras dibanding tim-timnya terdahulu. “Namun saya yakin musim ini Chelsea akan bertarung memperebutkan posisi Liga Champions,” ujar Ranieri.